Gambaran Kejadian Balita Dengan Berat Badan Dibawah Garis Merah (BGM) Di Wilayah Kerja Puskesmas Raja Basa Indah

Abstrak

Berat badan balita yang berada di bawah garis merah pada Kartu Menuju Sehat (KMS) dapat menjadi indikator awal bahwa anak mengalami masalah gizi, seperti gizi kurang atau gizi buruk, sehingga memerlukan perhatian lebih lanjut. Balita dengan berat badan di bawah garis merah (BGM) tidak selalu berarti mengalami gizi buruk, tetapi kondisi tersebut dapat menjadi indikator awal adanya masalah gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian balita dengan berat badan di bawah garis merah di wilayah kerja Puskesmas Rajabasa Indah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan suatu variabel. Penelitian menggunakan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga yang memiliki balita dengan berat badan di bawah garis merah (BGM) di wilayah kerja Puskesmas Rajabasa Indah pada Januari–Februari 2023, dengan jumlah sebanyak 21 balita. Sampel penelitian berjumlah 21 balita. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat untuk menjabarkan dan mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 21 balita dengan berat badan di bawah garis merah di wilayah kerja Puskesmas Rajabasa Indah, Bandar Lampung. Ibu yang memiliki balita dengan berat badan di bawah garis merah lebih banyak berada pada kategori pendidikan dasar, yaitu sebanyak 15 responden (71,40%). Berdasarkan status ekonomi, sebanyak 13 responden (61,90%) berada pada kategori ekonomi rendah. Berdasarkan tingkat pengetahuan, sebanyak 9 responden (42,90%) berada pada kategori pengetahuan cukup. Kata kunci: balita, berat badan di bawah garis merah (BGM), pendidikan, status ekonomi, pengetahuan Abstract A toddler's body weight below the red line on the Kartu Menuju Sehat (KMS) growth chart can serve as an early indicator of nutritional problems, such as undernutrition or severe malnutrition, and therefore requires further attention. Toddlers with body weight below the red line (BGM) do not necessarily suffer from severe malnutrition; however, this condition may indicate an early nutritional problem. This study aimed to describe the occurrence of toddlers with body weight below the red line in the working area of Rajabasa Indah Community Health Center, Bandar Lampung. This was a descriptive study designed to describe the characteristics of the variables under investigation. A cross-sectional research design was employed. The study population consisted of all families with toddlers whose body weight was below the red line (BGM) in the working area of Rajabasa Indah Community Health Center during January–February 2023, totaling 21 toddlers. The sample consisted of all 21 toddlers in the population. Data were analyzed using univariate analysis to describe the characteristics of each research variable. The results showed that there were 21 toddlers with body weight below the red line in the working area of Rajabasa Indah Community Health Center, Bandar Lampung. Among mothers of toddlers with body weight below the red line, the largest proportion had basic education, comprising 15 respondents (71.40%). In terms of economic status, 13 respondents (61.90%) were categorized as having a low economic status. Regarding knowledge, 9 respondents (42.90%) were categorized as having a moderate level of knowledge. Keywords: toddlers, body weight below the red line (BGM), education, economic status, knowledge

##submission.authorBiography##

##submission.authorWithAffiliation##
DOSEN PRODI D III KEBIDANAN STIKES PANCA BHAKTI

Referensi

Alamsyah, Dedi (2018). Pemberdayaan Gizi Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Nuha Medika.

Arikunto Suharsimi (2011). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung (2022), Profil Kesehatan Provinsi Lampung 2022, Bandar Lampung : Dinas Kesehatan Provinsi Lampung

Kementerian Kesehatan RI (2022), Profil Kesehatan Indonesia 2021, Jakarta : Kementerian Kesehatan RI

Marimbi Hanum (2010). Tumbuh Kembang, Status Gizi, dan Imunisasi Dasar pada Balita. Yogyakarta: Nuha Medika.

Notoatmodjo Soekidjo (2018). Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Novitasari dkk ( 2016 ), Determinan Kejadian Anak Balita di Bawah Garis Merah di Puskesmas Awal Terusan https://ejournal.fkm.unsri.ac.id/index.php/jikm/article/view/173 diakses 2 Januari 2023

Priyoto (2014). Teori Sikap dan Perilaku dalam Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Proverawati dan Asfuah (2009). Buku Ajar Gizi untuk Kebidanan. Yogyakarta: Nuha Medika

Rusmilawaty dkk ( 2020 ), Determinan Kejadian Berat Badan di Bawah Garis Merah ( BGM ) pada Balita. https://scholar.google.com.sg/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Determinan+Kejadian+Berat+Badan+di+Bawah+Garis+Merah+++%28+BGM+%29+pada+Balita.&btnG= Diakses 2 Januari 2023.

Supariasa I.D. ( 2016 ). Ilmu Gizi : Teori & Aplikasi. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC

Diterbitkan
2024-06-11